Pegadaian Belum Update Harga Emas

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Transparansi Harga Emas di Pegadaian
Webnity Id, Jawa Tengah - Masyarakat yang ingin membeli emas batangan melalui Pegadaian dihadapkan pada ketidakjelasan harga, setelah lembaga milik negara tersebut belum mencantumkan harga terbaru untuk emas Antam, UBS, dan Galeri24 di sejumlah cabangnya. Padahal, harga emas di pasar global dan logam mulia domestik telah mengalami fluktuasi signifikan dalam beberapa pekan terakhir akibat tekanan inflasi global dan gejolak nilai tukar rupiah.
Pegadaian, yang selama ini menjadi salah satu kanal distribusi emas batangan paling populer di kalangan masyarakat menengah-bawah, diharapkan memberikan informasi harga yang transparan dan real-time. Namun, laporan dari konsumen dan pemantau pasar menunjukkan bahwa banyak kantor layanan tidak menampilkan harga aktual dari produsen emas utama seperti PT Aneka Tambang (Antam), PT UBS, dan platform digital Galeri24.
Ketidakjelasan Harga Picu Kebingungan Konsumen
Konsumen yang datang ke kantor Pegadaian sering kali harus bertanya langsung untuk mengetahui harga emas, tanpa harga terpampang jelas di papan informasi atau platform digital milik Pegadaian. Hal ini memicu kebingungan dan membuka potensi ketidakpercayaan terhadap transparansi harga.
"Saat saya datang ke kantor Pegadaian kemarin, tidak ada harga emas yang ditampilkan. Harus tanya teller dulu, dan harganya ternyata lebih tinggi dari yang beredar di Logam Mulia Antam dan Galeri24," ujar Dian Fitriana, warga Semarang, yang berniat membeli emas 0,5 gram.
Beberapa cabang diketahui hanya menampilkan harga emas per gram tanpa rincian berat atau merek tertentu. Ini menjadi masalah karena harga emas per gram dari Antam, UBS, dan Galeri24 bisa berbeda akibat margin distribusi, biaya cetak, dan kebijakan masing-masing produsen.
Respons Pegadaian dan Produsen Emas
Pegadaian belum memberikan pernyataan resmi mengenai belum tercantumnya harga emas tersebut di semua saluran distribusinya. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa sistem internal sedang menjalani pembaruan integrasi harga dari berbagai mitra emas, yang menyebabkan keterlambatan pemutakhiran informasi.
"Kami sedang melakukan sinkronisasi sistem agar harga emas dari berbagai mitra dapat ditampilkan secara real-time di kantor dan platform digital kami," kata seorang manajer operasional Pegadaian yang tidak ingin disebutkan namanya.
Di sisi lain, PT Aneka Tambang (Antam) menyatakan bahwa harga emas mereka dijual secara konsisten melalui platform resmi logammulia.com, dan tidak ada perubahan kebijakan distribusi. PT UBS juga menegaskan kemitraan distribusi dengan Pegadaian masih berlangsung, meskipun mereka tidak mengatur langsung harga jual di level agen.
Dampak terhadap Literasi Keuangan dan Kepercayaan Publik
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi informasi dalam sektor keuangan mikro, khususnya di lembaga yang menjadi ujung tombak literasi investasi masyarakat. Emas batangan sering dijadikan instrumen investasi oleh kalangan yang belum terjangkau oleh pasar modal formal.
Berikut adalah perbandingan harga emas terbaru (28 Maret 2025) dari sumber resmi:
| Produk | Harga Beli (Rp/gram) | Sumber |
|---|---|---|
| Emas Antam | 1.085.000 | Logam Mulia |
| Emas UBS | 1.042.000 | PT UBS |
| Galeri24 (G24) | 1.038.500 | Galeri24 |
Pegadaian dikenal menjual emas dengan markup tertentu, namun tanpa informasi yang jelas, konsumen sulit membandingkan nilai dan membuat keputusan investasi yang cerdas. Hal ini dapat mengancam kepercayaan publik terhadap salah satu institusi keuangan paling terjangkau di Indonesia.
Pengamat keuangan mikro, Dr. Lina Marlina, menekankan perlunya regulasi lebih ketat terhadap penayangan harga emas di seluruh kanal distribusi resmi.
"Kalau rakyat kecil mulai merasa dipermainkan harganya, maka tujuan inklusi keuangan bisa gagal. Pegadaian harus lebih proaktif dan digital-first dalam memberi informasi," katanya.




