Pelemahan IHSG Hanya Tersisa 0,25%

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Pemulihan Terbatas IHSG Diimbangi Aksi Jual Profit Taking
Webnity Id, Jawa Tengah - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan terbatas pada perdagangan Rabu (3 April 2025), dengan pelemahan yang menyusut hanya tersisa 0,25% di level 7.234, setelah sebelumnya sempat turun lebih dari 0,6%. Pemulihan ringan tersebut dipicu oleh aksi beli selektif di beberapa saham bank besar, terutama saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menahan tekanan lebih dalam.
Penopang dari Saham BBRI
Saham BBRI menjadi salah satu penopang utama pasar hari ini, mencatat kenaikan sebesar 1,3% menjadi Rp5.520 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp217 miliar. Meskipun IHSG secara keseluruhan masih melemah, pergerakan positif BBRI berhasil membatasi kerugian indeks. Investor asing menunjukkan minat beli bersih (net buy) pada saham BBRI sebesar Rp98 miliar, menunjukkan keyakinan terhadap fundamental bank pelat merah ini di tengah sentimen makroekonomi yang masih berhati-hati.
Menurut analis pasar modal dari Mirae Asset Sekuritas, Dara Natalie, "BBRI menunjukkan ketahanan yang baik karena prospek kredit mikro yang stabil dan pertumbuhan NIM (Net Interest Margin) yang konsisten. Aksi beli hari ini merupakan sinyal akumulasi dari investor institusional."
Tekanan Global dan Dalam Negeri
Di luar negeri, tekanan masih datang dari ekspektasi suku bunga tinggi berkepanjangan di AS menyusul data inflasi PCE inti yang stabil di angka 2,8% (yoy). The Fed kembali menegaskan sikap higher for longer, yang membuat imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun menembus 4,3%. Kondisi ini membuat aliran modal asing ke pasar berkembang, termasuk Indonesia, masih terkendala.
Di internal, pasar juga mencermati rilis data BI yang menunjukkan pertumbuhan kredit perbankan hanya 7,2% (yoy) di Maret 2025, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,5%. Hal ini memicu kekhawatiran akan perlambatan permintaan kredit di sektor riil.
| Indikator | Nilai | Perubahan (yoy) |
|---|---|---|
| IHSG | 7.234 | -0,25% |
| Suku Bunga 10-tahun AS | 4,30% | +0,08 poin |
| Pertumbuhan Kredit (Perbankan) | 7,2% | - |
| Inflasi Inti PCE AS | 2,8% | - |
Respons Investor dan Proyeksi ke Depan
Aksi investor hari ini didominasi profit taking di sektor pertambangan dan konstruksi, sementara sektor perbankan relatif bertahan. Total volume perdagangan mencapai 24,3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,7 triliun. Investor asing mencatat net sell harian sebesar Rp312 miliar secara keseluruhan, meskipun BBRI menjadi pengecualian utama.
"IHSG berpotensi sideways di kisaran 7.200–7.300 dalam jangka pendek," kata Reza Priyambada, Kepala Riset di IndoVal Sekuritas. "Namun, jika harga minyak dunia terus tertekan atau rupiah menembus Rp15.300/USD, maka tekanan dapat meningkat kembali."
Beberapa emiten perbankan lain yang menunjukkan kinerja relatif stabil termasuk BBTN (+0,7%), BNI (+0,4%), dan BMRI (+0,2%). Di sisi lain, saham ADRO dan PTBA masing-masing turun lebih dari 2%, menjadi penekan utama indeks.
Secara teknikal, IHSG berada di area support kuat jangka pendek. Posisi RSI berada di level 47, menunjukkan kondisi near oversold, membuka peluang rebound moderat jika sentimen global mereda.




